Kasih
Aku tak pandai menebar renjana.
Hanya pandai merangkai kata lewat aksara.
Diantara riuhnya bumi.
Tuhan menjatuhkan kalbuku padamu.
Jika cinta adalah darah.
Aku akan mengalir di setiap denyut nadinya.
Menjadi peneman dikala suramnya buana.
Barangkali angin bisa berkata.
Kutitipkan cinta yang tak pernah pudar.
Menjadikan nya indah pada sastra.
Selalu bersemayam pada Atma.
Kasih,
Kini ku temukan makna pada setiap langkah.
Hangat setiap pagiku.
Dan tawa yang selalu bergema di telinga.
Jika aku adalah sebuah buku.
Maka kita adalah bab yang tak pernah usai.
Kamu abadi pada aksara yang kutulis satu persatu kata.
9 Februari 2025
Komentar
Posting Komentar